Senin, 11 Januari 2016

Lenovo ZUK Z1 Musuh Nyata Bagi Xiaomi

Lenovo ZUK Z1 Musuh Nyata Bagi Xiaomi Satu-dua tahun belakangan ini, brand-brand dari Tiongkok benar-benar berbenah. Mereka sudah belajolt dan melihat, smartphone tidak bisa bertahan jika hanya mengandalkan harga murah belaka. Smartphone harus murah tetapi berkualitas baik. Ternyata, untuk bisa merebut pasar dan meraih hati banyak penggemar, masih ditambah lagi menjadi: smartphone harus berkualitas baik, terjangkau, dan spesifikasi tinggi.

Lenovo ZUK Z1 Musuh Nyata Bagi Xiaomi

Dengan paduan resep tersebut, sedikit demi sedikit, icon smartphone Tiongkok yang pada awalnya dikenal asal jadi, berubah menjadi smartphone yang memiliki banyak penggemar khusus. Mereka yang tadinya skeptis akan smartphone buatan Tiongkok, sekarang sudah berani mencobanya.

Gelombang berbagai make dari Tiongkok yang menyerbu pasar global, pertama-tama menyasar pasar low-end kemudian masuk ke mid-end, dan ternyata cukup berhasil menggunakan resep yang sama. Sementara itu di pasar high-end, ternyata masih sulit untuk menggoyang brand-brand global yang sudah lebih dikenal dan dipercaya.

Brand-brand papan atas kaya akan inovasi dan teknologi baru, tetapi memiliki kelemahan dari sisi harga. Brand-brand Tiongkok sudah mencoba menggempur make global pada segmen high-end device dengan mengunggulkan teknologi yang mirip, tetapi ternyata harga teknologi terbaru tidak murah, dan ketika harga yang ditawarkan terlalu dekat, make global tetap memiliki keunggulan.

Tidak kurang akal, brand-brand Tiongkok mulai membidik segmen yang lain, segmen dimana konsumen menginginkan smartphone dengan teknologi tinggi, memiliki beberapa fitur utama yang mirip device high-end, tetapi dengan harga yang lebih terjangkau. Pasar di segmen ini memang secara jumlah tidak sebesar pasar di segmen low-end, tetapi segmen di pasar ini biasanya memiliki karakter yang menguntungkan: mereka lebih mengerti tentang smartphone, dan memiliki keinginan sangat kuat untuk mendapatkan smartphone dengan spesifikasi hebat, tetapi secara ukuran finansial belum rela, atau belum sanggup untuk menebus smartphone high-end yang beredar. Segmen pasar ini seringkali rela menunggu satu bahkan sampai dua tahun untuk membeli smartphone high-end, ketika harga yang ditawarkan sudah lebih terjangkau.

Segmen pasar inilah yang coba dibidik sekarang oleh Xiaomi, One Plus, Meizu, dan pemain baru yang sedang mendapatkan traksinya sekarang: ZUK. Mereka sadar, ini adalah satu langkah yang kelak bisa membawa mereka ke pasar high-end yang bergengsi.

ZUK sendiri walaupun tertulis sebagai Lenovo ZUK, sebenarnya bukan perusahaan yang sama dengan Lenovo Mobile yang ada sekarang. Pada perusahaan ZUK ini, Lenovo berpartner dengan Qihoo 360, hanya menjadi pemilik modal, tetapi tidak campur tangan dalam urusan desain dan perancangan produk dari ZUK, atau dengan kata lain ZUK adalah perusahaan independen.

Mengapa ZUK tidak menjadi bagian dari Lenovo saja? Bukankah nama Lenovo sudah sangat dikenal?

Walau namanya sudah dikenal secara global, sayangnya Lenovo di mata banyak orang bukan make yang sejajolt dengan make global lain seperti Samsung, LG atau Sony bahkan HTC sekalipun. Produk Lenovo berhasil masuk ke pasar mid dan depression end, tetapi produk kelas atasnya masih sulit untuk bersaing dan dikenal oleh pasar. Kemungkinan Lenovo tidak mempunyai ‘label' seperti Xiaomi, OnePlus atau Meizu yang dianggap orang sebagai inovator atau pendobrak dari Tiongkok. Membeli make Motorola untuk bersaing di pasar high-end global, dan berinvestasi pada ZUK, untuk menjadi pesaing para inovator dari Tiongkok, sepertinya langkah yang pantas dilakukan Lenovo.

Belum lagi ada spekulasi mengatakan, bahwa nantinya make Lenovo untuk smartphone akan ditiadakan, Lenovo mobile akan melebur ke dalam Motorola, dan flagship-nya akan dipegang oleh ZUK.

ZUK Z1 menjadi produk pertama dan satu-satunya saat ini yang diperkenalkan perusahaan yang baru didirikan di bulan Apr 2015. Selang iv bulan kemudian, produk ZUK Z1 diperkenalkan untuk pasar dalam negeri Tiongkok, dan beberapa hari kemudian bekerjasama dengan Cyanogen, ZUK Z1 langsung dilepas ke pasar global. Sekarang ZUK Z1 dalam waktu cepat selain menjadi pemain di pasar Tiongkok, sudah masuk ke pasar global seperti Hongkong, Eropa, Arab, dan sekarang ke pasar Republic of Indonesia sebagai pasar Asia pertama. Di Eropa sendiri, sekarang ZUK Z1 menjadi peringkat pertama smartphone dengan kisaran harga USD 300-USD 400 terlaris.

Sesudah Indonesia, ZUK kemungkinan akan baru ekspansi ke Filipina, Vietnam dan Malaysia.

Desain

ZUK Z1 mengandalkan desain dengan pendekatanconsoleable industrial design. Desain ini pendekatan utamanya bukan tampilan atau ukuran smartphone yang harus tipis, tetapi lebih ke arah kenyamanan ketika digenggam dan digunakan.

Setara dengan device mahal, ZUK Z1 menggunakan aluminum aviation form sebagai frame/kerangka, aluminum yang sama yang digunakan untuk industri penerbangan. Sisi frame metallic ini sedikit melengkung dan kedua ujungnya memiliki chamfer atau sipatan diagonal yang selain membuat sisi metallic terlihat memiliki aksen kilap, membuat ukuran lebar frame half dozen MM nya menjadi terlihat lebih tipis, lebih lengkung, dan memberikan bentuk yang nyaman untuk digenggam jolti.

Penutup bodi bagian belakang atau dorsum encompass bukan berbahan metallic atau kaca, seperti fabric umum yang dipakai device high-end sekarang. Material yang digunakan polycarbonate yang dibuat dalam proses layering dengan bentuk lengkung. Bagian lengkung tertinggi membuat ketebalan full device menjadi 8,9 mm.

Desain dorsum encompass lengkung ini ternyata terjadi bukan hanya karena pendekatanconsoleable design, dimana bagian belakang yang melengkung akan nyaman digenggam, karena sesuai dengan bentuk telapak tangan kita yang juga melengkung, tetapi sekaligus memberi ruang dibawahnya untuk two buah baterai yang ditumpuk, sehingga smartphone ini memiliki kapasitas baterai yang masif, 4100 mAh.

Gabungan desain sederhana dengan fabric kaca, metallic dan polycarbonate, menjadikan device yang sudah masuk ukuran phablet 5,5 inch ini, menjadi salah satu device yang paling nyaman digenggam. Bahan polycarbonate yang dipilih sebagai dorsum cover, pada device yang berwarna nighttime grey, dibuat dengan warna senada bernuansa metallic dengan finishing doff, sehingga tidak banyak meninggalkan bekas sidik jolti.

Secara tampilan pilihan ini membuat kesatuan yang serasi antara dorsum encompass dengan metallic frame, sekaligus bahan polycarbonate ini memberikan traveling bag ekstra yang membuat smartphone tidak licin, mengingat device dengan baterai masif ini akan memberikan kontribusi besar kepada bobot smartphone, 175 gram. Pilihan dorsum encompass polycarbonate yang tidak licin menjadi alasan sangat logis agar device tidak mudah jatuh. Distribusi berat pada smartphone ZUK Z1 juga sangat baik. Ketika diangkat dan digunakan, dugaan pertama kalau desain smartphone ini memberikan kesan desain yang kokoh dan berat, ternyata tidak seberat yang dibayangkan.

Setelah pemakaian cukup lama, dorsum encompass polycarbonate ZUK Z1 belum menunjukkan tanda-tanda tergores walau digunakan tanpa pelindung. Bagian metalic chamfer yang kebanyakan menjadi titik lemah casing metallic untuk menjadi bagian yang paling mudah terlihat gores, ternyata tidak mudah terjadi pada frame metallic ZUK Z1. Kondisi ini menunjukkan seri aluminum yang digunakan dari kelas yang tinggi dan keras.

Mendampingi warna nighttime grey, ZUK mengeluarkan juga Z1 dengan warna putih yang lebih glossy

Selainconsoleable design, ZUK Z1 juga menganut paham desain simple, tidak ada ornamen desain disematkan sebagai pemanis. Semuanya tampil sesuai fungsinya saja. Pada bagian depan kita akan menemukan tombol homescreen yang sekaligus berfungsi sebagai fingerprint touching on sensor. Sensor sidik jolti ini bisa merekam v sidik jolti, berteknologi capacitance biometric buatan FPC (FPC1155), yang back upwards pembacaan sidik jolti 3D, 360 derajat.

Teknologi ini menghasilkan pembacaan sidik jolti yang cepat dan akurat, walau peletakan jolti terbalik sekalipun. Fingerprint ini sekaligus memiliki touching on sensor yang bisa diclique  fungsinya, tergantung kegunaan yang diinginkan, termasuk mengenali fungsi gesture swipe, yang akan bereaksi ketika jolti digerakkan ke kiri dan ke kanan di atas domicile button.

Desain lubang speaker untuk telinga di bagian atas menjadi menarik karena selain sederhana, penempatan dan garis outlinenya menyatukan speaker dan proximity/ambient sensor, sehingga tidak terlalu banyak lubang terlihat, selain lubang speaker dan kamera depan.

Bagian yang paling menonjol dari desain ZUK ada pada frame di sisi bawah, dimana lubang speaker media, lubang mic dan port USB Type-C diletakkan berdampingan dan diapit oleh strip antenna. Desain dan penempatannya kemungkinan mengingatkan orang kepada desain dari iPhone 6, walau secara particular masih cukup berbeda, terutama pada penempatan jack sound 3.5mm, dimana ZUK Z1 lebih memilih menempatkannya di bagian atas.

USB Type-C port yang disertakan, menyiratkan ZUK siap masuk ke teknologi port baru yang akan segera menjadi port standar. Port USB Type-C akan segera digunakan device-device baru mendatang, menggantikan port micro USB yang umum sekarang.

USB Type-C memiliki beberapa keunggulan, di antaranya colokan yang tidak akan salah pasang karena terbalik, kedua sisi baik sisi atas atau bawah sama saja. Port ini sudah mendukung kecepatan transfer information yang tinggi dan ZUK Z1 sudah memiliki standar USB 3, yang memungkinkan kecepatan transfer datanya 10x lipat lebih cepat dibanding standar USB 2. Port ini juga sudah back upwards USB OTG, dimana jika kita belum memiliki peripheral dengan konektor USB Type-C, port tersebut sanggup backward compatible dengan menggunakan port converter yang sudah mudah didapat.



Tombol ability diletakkan pada surface belt yang tepat, dibawah tombol volume, mudah dijangkau walau device sedang digenggam oleh satu tangan sekalipun. Fungsi tombol ability ini seringkali tergantikan dengan kehadiran domicile push clit yang berfungsi sekaligus sebagai fingerprint sensor, atau karena kehadiran gesture mengetuk layar dua kali untuk mengaktifkannya.


Layar

Layar ZUK Z1 berukuran 5,5 inch dengan resolusi Full hard disk 1.920x1.080 yang memiliki kerapatan 401 ppi, dengan lapisan pelindung tahan gores dragon trail. Warna-warna yang dihasilkan masuk kategori cukup popular up, vibrant, dan tidak launder out. Warna-warna yang lebih popular upwards ini dihasilkan karena ZUK Z1 memilih clique ting warna colour gamut NTSC, yang memiliki saturasi warna tinggi. Contrast ratio 1500:1 nya cukup baik untuk ukuran layar LCD dengan IPS panel. Contrast ratio mengukur rasio warna dari yang paling terang (putih) hingga yang paling gelap (hitam).

Uniknya pada clique tingan layar terdapat clique tingan Live Display, jika diaktifkan, pada saat malam hari otomatis clique ting warna putih layar akan diubah dari 6500K ke 4500K yang membuat layar lebih warm atau kekuningan. Layar yang lebih warm ini membuat mata lebih nyaman dan tidak terlalu mengganggu saat kita masih menatap layar mendekati waktu tidur.

Ada clique ting warna tambahan pada layar, yang membuat orang bisa memilih preferensi tampilan layar mana yang menurut mereka lebih baik, apakah lebih putih atau lebih kuning. Preferensi warna ini bisa di clique ting ke warm, standar, maupun frosty.

Layar ZUK Z1 memiliki kecerahan mencapai 450 nits atau cd/m2. Dengan kecerahan tersebut layar tetap akan terlihat jelas di bawah sinar matahari langsung. Panel touchscreen disusun dengan teknologi layer yang cukup baru GFF, Glass Film Film, yang membuat layar bisa lebih tipis dibanding layer Glass to Glass.

Kinerja

Ada dua pilihan sekarang untuk menghadirkan smartphone yang memiliki harga lebih terjangkau. Menggunakan prosesor seri baru, tetapi untuk mid-range smartphone, atau menggunakan prosesor kelas atas, tetapi seri prosesor lawas yang pernah berjaya. Beberapa make smartphone Tiongkok memilih untuk menggunakan prosesor high-end 'lawas' untuk produk barunya, seperti yang dilakukan OnePlus, ZTE, Xiaomi dan juga ZUK.

Jika kita masih mengatakan bahwa HTC M8, Samsung Milky Way S5, LG G3, Sony Xperia Z3, Motorola Moto X, sebagai smartphone high-end, berarti langkah yang dilakukan ZUK sudah benar adanya.

Harga instant smartphone high-end agak lawas tersebut mungkin saja sama atau dekat dengan harga ZUK Z1 yang baru, yang tentunya bisa menjadi pertimbangan, karena selain bisa terus continue upwards dengan OS baru, juga memiliki beberapa kelebihan hardware, seperti RAM iii GB, kapasitas internal storage besar 64 GB, touching on fingerprint sensor dan baterai masif 4.100 mAh, yang kebanyakan tidak dimiliki smartphone-smartphone high-end tersebut.

Berbekal prosesor Qualcomm Snapdragon 801, prosesor dengan empat inti dan clock speed tertinggi di 2.5 GHz (MSM8974AC), ternyata masih banyak keunggulan yang bisa ditawarkan dari prosesor yang sudah berumur hampir two tahun ini. Prosesor seri Snapdragon 801 ini menjadi salah satu prosesor terbaik buatan Qualcomm. Range high-end smartphone yang menggunakan prosesor ini lebih banyak dibanding seri berikutnya seperti seri 805, 808 atau seri 810 yang terkena isu overheat.

Prosesor Snapdragon 801 walau bukan prosesor terbaru dan masih menjalankan android di 32 bit, secara kinerja tetap sanggup memberi pengalaman yang baik. Bahkan game-game berat yang boros tenaga pun sanggup dilakoni dengan baik. Dibanding dengan prosesor mid-range yang lebih muda seperti Snapdragon 615, Snapdragon 415, Mediatek MT6753, yang memiliki kemampuan 64 bit, Snapdragon 801 masih terlalu perkasa untuk menjadi lawan mereka. Beberapa hasil benchmark malah menunjukkan bahkan dengan prosesor kelas atas baru pun, seperti Mediatek Helio X10 yang menjadi andalan smartphone high-end seperti HTC M9+, Xiaomi Redmi Note3, benchmark Snapdragon 801 ini masih mengimbangi dengan baik.

Artikel Terkait

Lenovo ZUK Z1 Musuh Nyata Bagi Xiaomi
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email